Pertemuan 1
1. Sistem Satuan
Sistem satuan yang standar dianjurkan oleh National Bereau of Standard pada tahun 1964, yaitu Sistem Satuan Internasional (International System of Units) disingkat "SI", yang diputuskan oleh konvensi umum mengenai berat dan ukuran pada tahun 1960. SI terdiri dari enam satuan dasar, yaitu: meter, kilogram, detik, ampere, derajat kelvin dan kandela.
Sistem
Satuan Internasional (International System of Units) menggunakan sistem desimal
untuk menghubungkan satuan besar dan satuan kecil dengan satuan-satuan dasar
dan menggunakan awalan standar untuk menunjukan pangkat daripada bilangan 10.
Sistem awalan standar ini adalah :
Hubungan
perpangkatan dari bilangan 10 tidak terdapat dalam Sistem Satuan Inggris
(British System of Unit). Satuan-satuan Inggris yang dasar didefinisikan dalam
Sistem Satuan Internasional (International System of Units) sebagai berikut : 1
Inchi = 0,0254 meter, 1 Pound massa (lbm) = 0,45359237 kg dan detik dipakai
dalam kedua sistem.
Fisika Dasar
A. Pengertian Fisika
Fisika berasal dari Bahasa Yunani yaitu fysikos(alamiah) dan
fysis(alam). Karena itu fisika adalah ilmu yang mempelajari peristiwa yang
terjadi dialam. Pada mulanya peristiaalam yang di pelajari itu adalah peristiwa
yang terjadi disekitar kita. Di fisika kita akan mengenal beberapa istilah
seperti besaran, satuan dan, dimensi.
B. Besaran dan Satuan
Besaran adalah Sesutu yang dapat diukur dan hasilnya selalu
dinyatakan denga angka. Sedangkan satuan adalah pernyataan yang menjelaskan
arti suatu besaran dan dijadikan pembanding pengukuran yang di jadikan acuan.
Besaran juga terbagi menjadi 2 yaitu besaran pokok dan besaran turunan
1. Besaran pokok
Besaran pokok adalah besaran yang menjadi dasar untuk menetapkan
besaran yang lain. Satuan besaran pokok disebut satuan pokok dan telah
ditetapkan terlebih dahulu berdasarkan kesepakatan para ilmuwan. Besaran pokok
sifatnya bebas, artinya tidak bergantung pada besaran pokok yang lain.(dikutip
dari blog.ruangguru.com)
Table besaran pokok:
2. Basaran turunan
Besaran turunan adalah besaran yang satuannya diturunkan dari
besaran pokok. Contoh besaran turunnan antara lain
a. Luas (A)
Luas diturunkan dari besaran panjang, yaitu panjang dikali panjang.
b. Kecepatan (v)
Kecepatan diturunkan dari besaran panjang dan waktu, yaitu
panjang/jarak dibagi waktu.
c. Percepatan (a)
Percepatan diturunkan dari besaran panjang dan waktu, yaitu
jarak/panjang dibagi dengan waktu pangkat dua.
d. Massa jenis (ρ)
Massa jenis diturunkan dari besaran massa dan panjang, yaitu massa
dibagi dengan panjang pangkat tiga (volume)
e. Gaya (F)
Gaya diturunkan dari besaran massa, panjang, dan waktu, yaitu massa
dikali (panjang dibagi waktu pangkat dua).
f. Tekanan (P)
Tekanan diturunkan dari besaran massa, panjang, dan waktu, yaitu
massa dibagi dengan (massa dikali waktu pangkat dua)
C. Dimensi
1. Pengertian dimensi
Dimensi besaran adalah cara penulisan suatu besaran dengan
menggunakan simbol (lambang) besaran pokok. Hal ini berarti dimensi suatu
besaran menunjukkan cara besaran itu tersusun dari besaran-besaran pokok. Apa
pun jenis satuan besaran yang digunakan tidak memengaruhi dimensi besaran
tersebut, misalnya satuan panjang dapat dinyatakan dalam m, cm, km, atau ft,
keempat satuan itu mempunyai dimensi yang sama, yaitu L.
2. Fungsi dimensi
a. Dimensi digunakan
untuk membuktikan kebenaran suatu persamaan, Tepatnya dengan Analisa
dimensional. Analisis dimensional adalah suatu cara untuk menentukan satuan
dari suatu besaran turunan, dengan cara memperhatikan dimensi besaran tersebut.
b. Dimensi digunakan
untuk menurunkan persamaan suatu besaran dari besaran-besaran yang
mempengaruhinya.
c. Juga berfungsi untuk
menunjukkan kesetaraan beberapa besaran
2.
Dimensi Satuan Turunan
Satuan turunan seperti gaya, daya, joule dapat diturunkan
dari satuan internasional skala besar MKS (meter, kg dan detik) atau skala
kecil CGS (centimeter, gram dan detik) dengan simbol pada sistem unternasional
dalam bentuk massa (M) panjang (L) dan detik (S) Contoh: Joule = N.m =
kg.m/det2.m Maka dimensi satuan joule adalah: (ML/S2 ).L =ML2S
-2 Newton dimensinya = MLS-2 Joule dimensinya = ML2S
-2
3.
Satuan Satuan Listrik
a. Joule (J)
Adalah satuan dasar untuk kerja atau energi
yang didefinisikan sebagai 1 Newton-meter (1Nm). Penggunaan gaya 1 N yang konstan
sepanjang jarak 1 meter akan mengeluarkan energi 1 Joule. 1 Joule adalah
ekivalen dengan 0, 73756 kaki Pound Gaya (ft-lbf). Satuan Energi lainnya adalah
Kalori (Cal), sama dengan 4,1868 Joule, Satuan Termal British (British Thermal
Unit, Btu) yang besarnya sama dengan 1055,1 Joule dan Kilo Watt-jam
(KiloWatt-hour, KWh) sama dengan 3,6 X 106 Joule.
b.
Watt (W)
Adalah banyaknya kerja yang
dilakukan per satuan waktu. Satuan dasar daya adalah Watt (W) yang
didefinisikan sebagai 1 Joule/second. 1 Watt adalah ekivalen dengan 0,7375
ft-lbf/s. Juga ekivalen dengan 1/745,7 daya kuda (Horse Power = HP).
c.
Newton (N)
Adalah satuan dasar untuk gaya yang
menyatakan gaya yang diperlukan untuk memberikan percepatan sebesar 1 meter per
detik (1m / s2 ) kepada massa 1 kg. Gaya 1 Newton adalah ekivalen dengan
0,22481 Pound Gaya (lbf).
4. Besaran Listrik
a. Muatan Listrik
Gaya
listrik terdiri dari dua macam, yaitu :
1. Gaya listrik yang saling
tarik-menarik (tidak sejenis)
2. Gaya listrik yang tolak-menolak
(sejenis) Semua materi terdiri dari bagian-bagian yang disebut dengan atom.
Atom
terdiri atas tiga macam partikel dasar, yaitu :
1. Elektron (Bermuatan listrik
Negatif)
2. Proton (Bermuatan listrik
Positif)
3. Neutron (tidak bermuatan
listrik) Massa dari ketiga partikel tersebut telah ditentukan secara
ekperimental dan besarnya adalah 9,10956 x 10-31 kg untuk Elektron dan ± 1840
kali lebih besar untuk Proton dan Neutron.
Satuan muatan
dasar disebut dengan Coulomb Menurut Charles Coulomb : “Dua partikel kecil yang
bermuatan identik dan berjarak satu meter dalam vakum dan tolak-menolak dengan
gaya sebesar 10-7 c 2 Newton mempunyai muatan yang persis identik, yang
besarnya masing-masing ± satu Coulomb”.
b.
Arus
Muatan yang
bergerak disebut dengan arus. Arus yang terdapat di dalam sebuah jalur
tertentu, seperti misalnya kawat logam (tembaga), mempunyai besar dan arah yang
diasosiasikan dengan adanya muatan bergerak melalui sebuah titik tertentu per
satuan waktu dalam arah tertentu. Definisi umum dari arus sebagai perubahan
muatan per satuan waktu, dq/dt. Simbol arus adalah I atau i, maka : i = dq/dt ………. ampere (A).
Satuan dasar arus adalah
ampere (A), yang menyatakan banyaknya muatan yang mengalir dengan laju 1 C/s.
Kata ampere berasal dari nama seorang ilmuan dari Prancis, yaitu : A.M Ampere.
Adapun jenis-jenis arus, yaitu :
a. Arus Searah (Direct Current)
Adalah arus yang konstan (tetap).
b. Arus Bolak-balik (Alternating
Current) Adalah arus yang berubah menurut bentuk gelombang sinusoidal terhadap
waktu (t).
c. Arus Eksponensial Adalah arus
yang berbentuk eksponensial.
d. Arus Sinus Teredam Adalah arus
yang berbentuk sinus teredam
c. Tegangan
c. Tegangan
Elemen rangkaian yang umum akan
ditandai dengan sepasang titik ujung (terminal) yang dapat dihubungkan dengan
elemenelemen rangkaian yang lain.
Misalkan
bahwa sebuah arus searah diarahkan ke titik ujung (terminal) A melalui elemen
memerlukan pengeluarran energi. Maka dikatakan terdapat tegangan listrik atau
perbedaan potensial diantara kedua titik ujung tersebut, atau terdapat tegangan
listrik atau selisih potensial “melintasi” elemen tersebut.
Secara khusus tegangan melintasi
elemen didefinisikan sebagai kerja yang perlu untuk menggerakan muatan positif
sebesar 1 C dari satu titik ujung melalui alat tersebut ke titik ujung yang
lain. Satuan untuk tegangan adalah volt (V), yang sama dengan 1 Joule / Coulomb
dan tegangan dinyatakan dengan simbol atau lambang V atau volt. Kata volt
berasal dari nama seorang ilmuan Italia, yaitu : Allessandro Guiseppe Antonio
Anastasio Volta. Tanda untuk tegangan dinyatakan dengan tanda aljabar plus (+)
atau minus (-).
d. Daya
Tegangan telah didefinisikan
sebagai energi yang dibelanjakan dan daya adalah laju dengan energi
dibelanjakan. Lambang atau simbol daya adalah P atau p. Jika satu joule energi
diperlukan untuk memindahkan satu coulomb muatan per detik melalui alat adalah
satu watt. Tenaga yang diserap ini haruslah sebanding dengan banyaknya coulomb
yang dipindahkan per detik, atau arus, dan sebanding dengan energi yang
diperlukan untuk memindahkan satu coulomb melalui elemen atau tegangan, atau
watt. Jadi :
P
= V. I ………. watt




sudah bagus, jangan lupa rata kanan-kiri ya
ReplyDeleteCasino | Dr.MCD
ReplyDeleteMEGAWAYS CASINO 파주 출장안마 in Las Vegas NV at 3131 Las Vegas Blvd. 원주 출장마사지 South 89109 US. Check reviews, photos & 창원 출장안마 cheap rates 여수 출장샵 for MEGAWAYS 고양 출장마사지 at the best casinos in