LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA LISTRIK
SIMULASI RANGKAIAN MENGGUNAKAN LTspice XVII
Disusun oleh:
MA Algifari Edward
(1930511026)
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI
JL. R Syamsudin S.H No. 50, Kec. Cikole Kota Sukabumi
Jawa Barat 43113
- Tujuan Praktikum
Bisa memahami penggunaan aplikasi LTspice
Bisa menghitung kuat arus, tegangan, dan hambatan dalam sebuah rangkaian
- Teori Dasar
Pengertian rangkaian listrik adalah hubungan (sambungan) dari macam-macam elemen listrik pasif seperti resistor, kapasitor, inductor, transformator, sumber tegangan, sumber arus, dan saklar. Rangkain terdiri dari rangkaian seri, paralel, dan campuran.
Untuk menentukan besar tegangan, kuat arus dan hambatan dapat ditentukan dengan hukum ohm. Hukum Ohm adalah suatu pernyataan bahwa besar arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan tegangan yang diterapkan kepadanya.
Rumus hukum ohm: V = I x R
Keterangan:
V : Tegangan (Volt)
I : Kuat Arus (Ampere)
R : Hambatan (Ω)
LTSpice adalah perangkat lunak yang berbasis pada SPICE (Simulation Program With Integrated Circuit Emphasis) yang digunakan untuk simulasi rangkaian elektronik analog/digital yang dibuat oleh Linear Technology.
- Perlengkapan
- Komputer atau laptop
- Aplikasi LTspice (sudah terinstal)
- Langkah Pengerjaan
Buka Komputer atau laptop (sudah terinstal LTspice)
Kemudian buka aplikasi LTspice nya, lalu buat lembar kerja baru dengan cara menekan CTRL + N atau pilih menu file dan pilih New Schemantic
Lalu buatlah rangkaian listrik dengan menggunakan fitur yang tersedia
Jika sudah merangkai maka kita jalankan dengan cara menekan Run (isi stop time dengan 1m lalu OK)
Cara mengukur tegangan pada rangkaian dengan mengarahkan kursor kita kepada rangkaian jika kursor berubah maka klik dan tahan sampai ke titik mana kita akan menghitung nya. gambar kursor akan seperti ini saat diarahkan kepada rangkaian
Untuk menghitung kuat arus pada rangkaian maka bawa kursor ke rangkaian current sampai muncul ikon lalu klik maka nanti akan diketahui kuat arus dari rangkaian tersebut. hasil akan ditampilkan dalam bentuk gelombang. bentuk dari ikon untuk mencari kuat arus.
Untuk menghitung R ekivalensi maka kita harus mencari tegangan rangkaian tersebut dengan cara diatas lalu akan muncul gelombang dan double klik pada gelombang V(n001) lalu klik kanan dan tambahkan dengan /-I(V1) agar I nya tidak menghasilkan nilai negative maka I diubah menjadi tanda negative. V(n001) /-I(V1) klik OK maka akan muncul gelombang.
- Analisis
1. Gambarlah rangkaian berikut dengan menggunakan ltspice dan tentukan R Ekivalennya!
2. Gambarlah rangkaian listrik berikut dan tentukan nilai arusnya !
3. Gambarlah rangkaian berikut dan tentukan besar tegangan V nya!
4. Gambarlah rangkaian berikut dan tentukan besar arus I nya!
5. Gambarlah rangkaian listrik berikut dan tentukan nilai V (tegangan) serta I (arus) !
- NO. 1
Pada gambar rangkaian dibawah dengan menggunakan ltspice dapat diketahui nilai R ekivalennya yaitu 75Ω (dilingkari warna biru) dan gelombang garis pada gambar diatas menujukan pada garis di 75Ω.
- NO. 2
Pada rangkaian tersebut dapat diketahui nilai arusnya yaitu 1.5A (dilingkari warna biru).
- NO.3
Pada rangkaian tersebut dapat diketahui nilai dari kuat arusnya yaitu 1A (dilingkari warna hijau) dan total R nya 7Ω (dilingkari warna merah), dan tegangan nya sebesar 7V (dilingkari warna biru), Pada hambatan R1 4 ohm tegangannya 4V, dan untuk rangkaian paralel R2 dan R3 hambatanya 6 ohm tegangan nya masing-masing 1.5V jadi total tegangan pada rangakaian paralel adalah 3V maka ditotal tegangan pada rangkaian hambatan pada seri dan paralel adalah 7V.
- NO.4
Pada rangkaian diatas tegangan nya 1.5V (dilingkari warna biru), kuat arus 2A (dilingkari warna hijau), dan hambatannya 750mΩ atau 0.75Ω (dilingkari warna merah). Maka pada rangkaian pada hambatan seri R1 dan R2 nilai kuat arus nya 0.5A dan pada hambatan pada R3 nilai kuat arusnya 1.5A maka total kuat arusnya 2A
- NO.5
Pada soal nomor 5 ini agar dapat diketahui nilai i dan v maka harus menggunakan hukum kirchoff ∑i=0 dapat dijabarkan seperti berikut :
I1+12+(-I3) = 0
V2 - 16 / 8 + V2/12 - 3 = 0
3V2 – 48 + 2V2 -72 = 0
5V2 - 120 = 0
V2 = 120/5
V2 = 24V
- Maka V
V=V2-V1
V=24-16
V=8V
- Untuk I
I= I1-I2
I= 3 - V1/R1+R2
I= 3 - 16/8+12
I= 2A
Pada rangkaian diatas terdapat 2 sumber tegangan yang berbeda yaitu V(n001)= 16V dan V(n002)=24V karena ditanyakan nilai tegangan(V) maka :
V= V(n002)-V(n001)
V= (24-16)V
V= 8V
Pada rangkaian diatas terdapat dua arus yaitu I(I1)=3A dan pada rangkaian sebelah kiri terdapat I(V1)=1A jadi untuk nilai kuat arus (I)
I= I(I1)- I(V1).
I= (3-1)A
I= 2A
- Kesimpulan


































