Tuesday, October 15, 2019

Vektor

ARTIKEL TENTANG VEKTOR


A.    Pengertian Vektor

Vektor adalah sebuah besaran yang memiliki arah. Vektor digambarkan sebagai panah dengan yang menunjukan arah vektor dan panjang garisnya disebut besar vektor. contohnya adalah perpindahan, kecepatan, percepatan, gaya dan lain-lain.

- Besaran Vektor

Besaran vektor adalah besaran fisika yang memiliki nilai dan arah. Dalam hal ini nilai dan arah menjadi informasi yang saling melengkapi. Contoh besaran vektor adalah perpindahan, kecepatan, gaya, momentum, medan listrik dll.

Serta penulisannya pun harus dibedakan dengan besaran bukan vektor. Biasanya dituliska dengan huruf cetak tebal, cetak miring atau huruf kapital. Contoh cara penulisan besaran vektor:

- Kecepatan disimbolkan dengan huruf v
- Gaya disimbolkan dengan huruf F
- Momentum disimbolkan dengan huruf p
- dll

Besaran vektor digambarkan dengan anak panah lurus. Arah panah menunjukkan arah besarannya. Panjang garis anak panah merepresentasikan besar vektor.


B. Jenis-jenis Vektor

-  Vektor Nol adalah vektor yang besarnya nol satuan dan arahnya tak tertentu.
- Vektor Posisi adalah Posisi sebuah titik partikel terhadap sebuah titik acuan tertentu dapat dinyatakan dengan sebuah vektor posisi.

- Vektor Basis adalah vektor yang panjangnya satu satuan dan arahnya searah dengan sumbu koordinat.


- Vektor satuan Suatu vektor yang panjangnya satu satuan. Vektor satuan dari 


C. Operasi Vektor

1. a. Penjumlahan vector secara geometris


b. Penjumlahan Vektor dengan Metode Jajaran Genjang
Penjumlahan dua buah vektor Ādan B dengan metode jajar genjang yaitu dengan cara menyatukan pangkal kedua vektor Ā dan B , kemudian dari titik ujung vektor Ā ditarik garis sejajar dengan vector B dan juga dari titikujung vector Ā ditarik garis sejajardengan B vector. Vektor resultan VR  diperoleh dengan menghubungkan titik pangk al ke titik perpotongan kedua garissejajar tersebut di atas.



2. Pengurangan vector secara geometris
Pengurangan vector dapat dilakuakan dengan menjumlahkan vector 1 dengan lawan vector 2.



3. Penjumlahan dan pengurangan vector secara analisis
Untuk menjumlahkan vector-vektor 3 dimensi digunakan metode analitik.
Penguraian vector


Vector a dapat diuraikan menjadi Ax dan Ay
Ax = a cos θ
Ay = a sin θ

Utuk menentukan besarnya vector a dan arah vector a dapat digunakan rumus sebagai berikut:


D. Perkalian Vektor

1. Perkalian sebuah konstanta dengan sebuah vektor


- “Jika k positif maka arahnya sama dengan arah vector a”
- “Jika k negatif maka arahnya berlawanan dengan vector a”

2. Perkalian dua buah vector dengan hasil berupa skalar


Operasi di atas disebut juga “dot product”
Keterangan:
a = vector a
b = vector b
θ = sudut yang dibentuk antara vector a dan vector b

3. Perkalian dua buah vector dengan hasil berupa vector lain


Keterangan:
a = vector a
b = vector b
θ = sudut yang dibentuk antara vector a dan vector b

Operasi di atas disebut juga “cross product”
Arah hasil perkalian vector a dan b selalu tegak lurus dengan bidang yang dibentuk oleh vector a dan b.

Untuk menentukan arah perkalian vector:


kepalkan jari tangan melingkupi sumbu sambil mendorong vector a ke vector b oleh ujung-ujung jari melalui sudut terkecil, sementara ibu jari tetap tegak jadi hasil perkalian vector a dan b ditentukan oleh ibu jari.

Jika kita mengetahui komponen-komponen vector yang akan kita kalikan, kita bisa menggunakan sifat-sifat perkalian silang diantara sesama vector satuan untuk mencari hasil perkalian silang antara dua vector. Sifat-sifat tersebut adalah:

i x i = j x j = k x k = 0
i x j = -j x i = k
j x k = -k x j = i
k x i = -i x k = j

dengan sifat-sifat tersebut kita peroleh :

A x B = (Ax i + Ay j + Az k) x (Bx i + By j + Bz k)
A x B = (Ay Bz - A z By )i + (A z BX - Ax BZ )j +(Ax By - Ay Bx )k

Berarti jika C = A x B, maka komponen-komponen dari C sama dengan :

C = Cx I + Cy j + Cz k adalah :

Cx = Ay Bz - Az By
Cy = Az BX - Ax BZ
Cz = Ax By - Ay Bx


E.    Resultan Vektor

Beberapa vektor dapat dijumlahkan menjadi sebuah vektor yang disebut resultan vektor. Resultan vektor dapat diperoleh dengan beberapa metode, yaitu metode segitiga, metode jajargenjang, poligon, dan analitis.

1.       Metode Segitiga

Untuk mengetahui jumlah dua buah vektor kita dapat menggunakan metode segitiga. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.

a.           Lukislah vektor pertama sesuai dengan nilai dan arahnya, misalnya A!

b.          Lukislah vektor kedua, misalnya B, sesuai nilai dan arahnya dengan titik tangkapnya berimpit pada ujung vektor pertama!

c.           Hubungkan titik tangkap vektor pertama (A) dengan ujung vektor kedua (B)



Selisih dua buah vektor dapat diketahui dengan cara seperti penjumlahan vektor. Misalnya, selisih dua buah vektor A dan B adalah C, juga dapat dinyatakan C = A – B atau C = A + (-B). Hal ini menunjukan bahwa selisih antara vektor A dan B adalah hasil penjumlahan vektor A dan -B, dengan -B adalah vektor yang berlawanan arah dengan B tetapi nilainya sama dengan B.


Sekian penjelasan dari saya, terimakasih.

Referensi:
- https://www.studiobelajar.com/vektor/
- https://idschool.net/fisika/penjumlahan-pengurangan-dan-perkalian-vektor/
- https://www.wardayacollege.com/fisika/pengukuran/besaran/besaran-vektor-skalar/



Sunday, October 6, 2019

Besaran, Satuan dan Dimensi Listrik

Pertemuan 1

1. Sistem Satuan

    Sistem satuan yang standar dianjurkan oleh National Bereau of Standard pada tahun 1964, yaitu Sistem Satuan Internasional (International System of Units) disingkat "SI", yang diputuskan oleh konvensi umum mengenai berat dan ukuran pada tahun 1960. SI terdiri dari enam satuan dasar, yaitu: meter, kilogram, detik, ampere, derajat kelvin dan kandela.




     Sistem Satuan Internasional (International System of Units) menggunakan sistem desimal untuk menghubungkan satuan besar dan satuan kecil dengan satuan-satuan dasar dan menggunakan awalan standar untuk menunjukan pangkat daripada bilangan 10. Sistem awalan standar ini adalah :




       Hubungan perpangkatan dari bilangan 10 tidak terdapat dalam Sistem Satuan Inggris (British System of Unit). Satuan-satuan Inggris yang dasar didefinisikan dalam Sistem Satuan Internasional (International System of Units) sebagai berikut : 1 Inchi = 0,0254 meter, 1 Pound massa (lbm) = 0,45359237 kg dan detik dipakai dalam kedua sistem.






Fisika Dasar



A.    Pengertian Fisika

Fisika berasal dari Bahasa Yunani yaitu fysikos(alamiah) dan fysis(alam). Karena itu fisika adalah ilmu yang mempelajari peristiwa yang terjadi dialam. Pada mulanya peristiaalam yang di pelajari itu adalah peristiwa yang terjadi disekitar kita. Di fisika kita akan mengenal beberapa istilah seperti besaran, satuan dan, dimensi.



B.    Besaran dan Satuan

Besaran adalah Sesutu yang dapat diukur dan hasilnya selalu dinyatakan denga angka. Sedangkan satuan adalah pernyataan yang menjelaskan arti suatu besaran dan dijadikan pembanding pengukuran yang di jadikan acuan. Besaran juga terbagi menjadi 2 yaitu besaran pokok dan besaran turunan

1.     Besaran pokok

Besaran pokok adalah besaran yang menjadi dasar untuk menetapkan besaran yang lain. Satuan besaran pokok disebut satuan pokok dan telah ditetapkan terlebih dahulu berdasarkan kesepakatan para ilmuwan. Besaran pokok sifatnya bebas, artinya tidak bergantung pada besaran pokok yang lain.(dikutip dari blog.ruangguru.com)

Table besaran pokok:


2.     Basaran turunan



Besaran turunan adalah besaran yang satuannya diturunkan dari besaran pokok. Contoh besaran turunnan antara lain

a.       Luas (A)

Luas diturunkan dari besaran panjang, yaitu panjang dikali panjang.


b.       Kecepatan (v)

Kecepatan diturunkan dari besaran panjang dan waktu, yaitu panjang/jarak dibagi waktu.


c.       Percepatan (a)

Percepatan diturunkan dari besaran panjang dan waktu, yaitu jarak/panjang dibagi dengan waktu pangkat dua.


d.       Massa jenis (ρ)

Massa jenis diturunkan dari besaran massa dan panjang, yaitu massa dibagi dengan panjang pangkat tiga (volume)


e.       Gaya (F)

Gaya diturunkan dari besaran massa, panjang, dan waktu, yaitu massa dikali (panjang dibagi waktu pangkat dua).


f.        Tekanan (P)

Tekanan diturunkan dari besaran massa, panjang, dan waktu, yaitu massa dibagi dengan (massa dikali waktu pangkat dua)


C.   Dimensi



1.     Pengertian dimensi

Dimensi besaran adalah cara penulisan suatu besaran dengan menggunakan simbol (lambang) besaran pokok. Hal ini berarti dimensi suatu besaran menunjukkan cara besaran itu tersusun dari besaran-besaran pokok. Apa pun jenis satuan besaran yang digunakan tidak memengaruhi dimensi besaran tersebut, misalnya satuan panjang dapat dinyatakan dalam m, cm, km, atau ft, keempat satuan itu mempunyai dimensi yang sama, yaitu L.


2.     Fungsi dimensi

a.      Dimensi digunakan untuk membuktikan kebenaran suatu persamaan, Tepatnya dengan Analisa dimensional. Analisis dimensional adalah suatu cara untuk menentukan satuan dari suatu besaran turunan, dengan cara memperhatikan dimensi besaran tersebut.

b.      Dimensi digunakan untuk menurunkan persamaan suatu besaran dari besaran-besaran yang mempengaruhinya.

c.     Juga berfungsi untuk menunjukkan kesetaraan beberapa besaran






2. Dimensi Satuan Turunan 

       Satuan turunan seperti gaya, daya, joule dapat diturunkan dari satuan internasional skala besar MKS (meter, kg dan detik) atau skala kecil CGS (centimeter, gram dan detik) dengan simbol pada sistem unternasional dalam bentuk massa (M) panjang (L) dan detik (S) Contoh: Joule = N.m = kg.m/det2.m Maka dimensi satuan joule adalah: (ML/S2 ).L =ML2S -2 Newton dimensinya = MLS-2 Joule dimensinya = ML2S -2

3. Satuan Satuan Listrik 

a. Joule (J) 
        Adalah satuan dasar untuk kerja atau energi yang didefinisikan sebagai 1 Newton-meter (1Nm). Penggunaan gaya 1 N yang konstan sepanjang jarak 1 meter akan mengeluarkan energi 1 Joule. 1 Joule adalah ekivalen dengan 0, 73756 kaki Pound Gaya (ft-lbf). Satuan Energi lainnya adalah Kalori (Cal), sama dengan 4,1868 Joule, Satuan Termal British (British Thermal Unit, Btu) yang besarnya sama dengan 1055,1 Joule dan Kilo Watt-jam (KiloWatt-hour, KWh) sama dengan 3,6 X 106 Joule.

b. Watt (W)


Adalah banyaknya kerja yang dilakukan per satuan waktu. Satuan dasar daya adalah Watt (W) yang didefinisikan sebagai 1 Joule/second. 1 Watt adalah ekivalen dengan 0,7375 ft-lbf/s. Juga ekivalen dengan 1/745,7 daya kuda (Horse Power = HP).

c. Newton (N)
Adalah satuan dasar untuk gaya yang menyatakan gaya yang diperlukan untuk memberikan percepatan sebesar 1 meter per detik (1m / s2 ) kepada massa 1 kg. Gaya 1 Newton adalah ekivalen dengan 0,22481 Pound Gaya (lbf).



4. Besaran Listrik

a. Muatan Listrik
Gaya listrik terdiri dari dua macam, yaitu :

1. Gaya listrik yang saling tarik-menarik (tidak sejenis)
2. Gaya listrik yang tolak-menolak (sejenis) Semua materi terdiri dari bagian-bagian yang disebut dengan atom.

Atom terdiri atas tiga macam partikel dasar, yaitu :

1. Elektron (Bermuatan listrik Negatif)
2. Proton (Bermuatan listrik Positif)
3. Neutron (tidak bermuatan listrik) Massa dari ketiga partikel tersebut telah ditentukan secara ekperimental dan besarnya adalah 9,10956 x 10-31 kg untuk Elektron dan ± 1840 kali lebih besar untuk Proton dan Neutron.




Satuan muatan dasar disebut dengan Coulomb Menurut Charles Coulomb : “Dua partikel kecil yang bermuatan identik dan berjarak satu meter dalam vakum dan tolak-menolak dengan gaya sebesar 10-7 c 2 Newton mempunyai muatan yang persis identik, yang besarnya masing-masing ± satu Coulomb”.

b. Arus

Muatan yang bergerak disebut dengan arus. Arus yang terdapat di dalam sebuah jalur tertentu, seperti misalnya kawat logam (tembaga), mempunyai besar dan arah yang diasosiasikan dengan adanya muatan bergerak melalui sebuah titik tertentu per satuan waktu dalam arah tertentu. Definisi umum dari arus sebagai perubahan muatan per satuan waktu, dq/dt. Simbol arus adalah I atau i, maka : i = dq/dt ………. ampere (A).

Satuan dasar arus adalah ampere (A), yang menyatakan banyaknya muatan yang mengalir dengan laju 1 C/s. Kata ampere berasal dari nama seorang ilmuan dari Prancis, yaitu : A.M Ampere. Adapun jenis-jenis arus, yaitu :


a. Arus Searah (Direct Current) Adalah arus yang konstan (tetap).
b. Arus Bolak-balik (Alternating Current) Adalah arus yang berubah menurut bentuk gelombang sinusoidal terhadap waktu (t).
c. Arus Eksponensial Adalah arus yang berbentuk eksponensial.
d. Arus Sinus Teredam Adalah arus yang berbentuk sinus teredam


c. Tegangan


Elemen rangkaian yang umum akan ditandai dengan sepasang titik ujung (terminal) yang dapat dihubungkan dengan elemenelemen rangkaian yang lain.






Misalkan bahwa sebuah arus searah diarahkan ke titik ujung (terminal) A melalui elemen memerlukan pengeluarran energi. Maka dikatakan terdapat tegangan listrik atau perbedaan potensial diantara kedua titik ujung tersebut, atau terdapat tegangan listrik atau selisih potensial “melintasi” elemen tersebut.

Secara khusus tegangan melintasi elemen didefinisikan sebagai kerja yang perlu untuk menggerakan muatan positif sebesar 1 C dari satu titik ujung melalui alat tersebut ke titik ujung yang lain. Satuan untuk tegangan adalah volt (V), yang sama dengan 1 Joule / Coulomb dan tegangan dinyatakan dengan simbol atau lambang V atau volt. Kata volt berasal dari nama seorang ilmuan Italia, yaitu : Allessandro Guiseppe Antonio Anastasio Volta. Tanda untuk tegangan dinyatakan dengan tanda aljabar plus (+) atau minus (-).

d. Daya



Tegangan telah didefinisikan sebagai energi yang dibelanjakan dan daya adalah laju dengan energi dibelanjakan. Lambang atau simbol daya adalah P atau p. Jika satu joule energi diperlukan untuk memindahkan satu coulomb muatan per detik melalui alat adalah satu watt. Tenaga yang diserap ini haruslah sebanding dengan banyaknya coulomb yang dipindahkan per detik, atau arus, dan sebanding dengan energi yang diperlukan untuk memindahkan satu coulomb melalui elemen atau tegangan, atau watt. Jadi :
P = V. I ………. watt

Fisika Listrik

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA LISTRIK  SIMULASI RANGKAIAN MENGGUNAKAN LTspice XVII Disusun oleh: MA Algifari Edward (193...